Hukum Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa, Batal atau Tidak?

SUARAREPUBLIK.COM – Apa hukumnya vaksin saat puasa? Ketua MUI Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan hukum vaksinasi COVID-19 saat berpuasa, boleh dan tidak berbuka.
“Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan cara suntik (injeksi) tidak membatalkan puasa,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi MUI.
Ketentuan vaksinasi COVID-19 saat puasa tertuang dalam Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Undang-Undang Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa. Umat ​​Islam disarankan oleh Ketua MUI untuk tetap mengikuti program vaksinasi selama puasa untuk mencegah penularan COVID-19.
“pemeluk Islam patut meneladan program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan negara buat menghasilkan kekuatan golongan serta terbebas dari wabah COVID-19,” imbuhnya.

UU Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait undang-undang ini. Hukum vaksinasi COVID-19 saat puasa tertuang dalam Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Undang-Undang Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa.
Undang-undang tentang vaksinasi COVID-19 saat puasa juga sejalan dengan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi yang telah dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI Pusat. Lalu bagaimana penjelasan hukum vaksinasi COVID-19 saat berpuasa?
Ketua MUI Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, vaksinasi COVID-19 dilakukan dengan cara injeksi intramuskular atau injeksi. Jadi hukum vaksinasi COVID-19 saat puasa adalah boleh dan tidak membatalkan puasa, asalkan tidak membahayakan.
“Vaksinasi COVID-19 dengan injeksi intramuskular (suntikan) tidak membatalkan puasa. Hukumnya memvaksinasi COVID-19 bagi umat Islam yang berpuasa dengan suntikan intramuskular boleh, asalkan tidak menimbulkan kerugian (dharar),” jelasnya.
Namun, Niam menganjurkan agar program vaksinasi COVID-19 dilakukan pada malam hari. Padahal undang-undang tentang vaksinasi COVID-19 saat puasa tidak membatalkannya. Pasalnya, dikhawatirkan vaksinasi COVID-19 saat puasa berisiko membahayakan masyarakat karena kondisi fisik mereka yang
lemah.Ustaz Hilman Fauzi menjelaskan hal senada. Melansir CNNIndonesia, undang-undang vaksinasi COVID-19 saat puasa boleh dan tidak boleh dibatalkan dengan catatan vaksin tidak mengandung vitamin dan makanan
. atau makanan atau zat yang dapat meningkatkan energi. Karena sama halnya dengan makan dan minum melalui mulut. Dan itu membatalkan puasa,” jelasnya.suararepublik.com

Manfaat Vaksinasi atau Imunisasi Bagi Manusia

Vaksin adalah senyawa yang terdiri dari bakteri, virus, atau komponen yang telah dikendalikan oleh kemajuan teknologi. Secara sederhana, manfaat vaksin bagi manusia adalah membangun kekebalan tubuh. untuk memerangi penyakit mematikan. 
Terbukti, banyak pakar vaksin internasional berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program imunisasi di seluruh dunia. Berikut penjelasan manfaat vaksinasi bagi manusia, yang dilansir SUARAREPUBLIK.COM dari berbagai sumber:

  1. Merangsang Sistem Kekebalan Tubuh

Vaksinasi dilakukan dengan cara menyuntikkan antigen ke dalam tubuh, kemudian sistem imun akan belajar mengenali dan mengidentifikasinya.Imunisasi dapat membantu tubuh mengenali suatu penyakit karena mengandung komponen yang mirip dengan penyebab penyakit. , antigen dalam vaksin telah dikendalikan dengan kemajuan teknologi.Peluncuran
dari pelatihan keamanan-vaksin. org, vaksin mengandung bakteri, virus, atau komponennya yang telah dikendalikan oleh kemajuan teknologi. Vaksin mengandung antigen yang sama dengan antigen penyebab penyakit, tetapi antigen dalam vaksin dikendalikan (dilemahkan).

  1. Tubuh Menjadi Lebih Kebal

Tubuh akan lebih mudah diserang karena taktik virus, bakteri, dan kuman penyebab penyakit sudah diketahui sebelum perang dimulai.
Melansir dari vaksin-safety-training.org, vaksinasi adalah kegiatan memberikan vaksin kepada seseorang yang vaksinnya mengandung satu atau lebih antigen, yang tujuannya jika nanti orang tersebut terpapar antigen yang sama, kekebalan tubuh akan meningkat. sistem yang terbentuk akan menghancurkan antigen. .
Manfaat vaksin bagi manusia juga berlaku ketika antigen serupa datang di masa depan. Ini bisa diartikan, paparan mikroba serupa untuk kedua kalinya tidak akan berhasil, karena tubuh sudah menjadi lebih kebal.

  1. Membunuh Sebelum Terjadi Infeksi

Setelah mendapat imunisasi, tubuh juga menjadi lebih kebal terhadap infeksi serupa di kemudian hari. Hal ini terjadi karena antibodi yang dimiliki manusia setelah menerima vaksin dapat membunuh virus, bakteri, dan kuman sebelum menyebar dan terjadi infeksi di dalam tubuhnya.
Semakin banyak orang yang divaksinasi, akan lebih mudah untuk mengendalikan penyakit mematikan. Infeksi baru sangat minim. Dipastikan, dampak berbagai komplikasi dan korban jiwa akibat penyakit mematikan bisa ditekan.
Melansir dari science.org.au, dalam jangka pendek kemanjuran sebuah vaksin diukur dari kemampuannya untuk mengurangi frekuensi infeksi baru secara keseluruhan, dan untuk mengurangi komplikasi utama, seperti kerusakan jaringan yang serius dan kematian.

  1. Menciptakan Herd Immunity

Vaksinasi dalam kelompok besar dapat menciptakan kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok ini disebut kekebalan kelompok. Situasi ketika banyak orang lebih terlindungi dari paparan antigen penyebab penyakit yang mematikan.
Selain melindungi individu yang tidak divaksinasi, kekebalan kawanan menguntungkan sebagian kecil orang yang gagal merespons vaksinasi secara memadai.

  1. Menghilangkan Penyakit Mematikan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan 2-3 juta jiwa diselamatkan setiap tahun di seluruh dunia. Sejak vaksin ditemukan, sejumlah penyakit yang dulunya mematikan dan melumpuhkan menjadi sangat langka atau punah.
Salah satu keberhasilan vaksin terbesar adalah ketika WHO berhasil menghilangkan cacar dengan memperluas cakupan vaksinasi cacar ke seluruh dunia pada tahun 1956, hingga pada tahun 1980 penyakit cacar dinyatakan diberantas.

Akhir Kata

Itulah Artikel “Hukum Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa, Batal atau Tidak?“, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
(‘TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI..’)

Leave a Comment